Ramadhan tinggal menghitung hari. Apa pertandanya? Iklan sirup. Yup! sungguh tepat sekali. hehehe….

Sebetulnya masih banyak pertanda lainnya. Semacam mendadak menjamurnya sinetron religius, “tobatnya” band-band lokal tanah air dengan menelurkan album religi, lawakan sahur serta persiapan diskon mall-mall tanah air. -Lah? Ini bulan ibadah kok semuanya  malah berbau konsumerisme? Padahal Ramadhan sejatinya kan ada untuk bermawas diri, bercermin, berkontemplasi, berempati dan mendekatkan diri pada Ilahi. Lalu apa yang salah? wah…wah…ckckckc……

Kalau dipikir-pikir ulang, entah muslim macam apa aku ini? lebih mengenal datangnya ramadhan dari televisi. Padahal dulu para ulama, dan beberapa ulama salaf sekarang,  “mengharamkan” menonton tayangan televisi yang lebih banyak mudhorotnya itu ketimbang faedah. Tapi kini justru orang seperti aku ini menjadi tahu akan segera datang bulan Ramadhan dari dalam “kotak ajaib” itu. Lebih-lebih dari informasi yang bercorak konsumsi. Sebegitu parahkah aku ini? weleh…weleh…..

Terus, apa aku ini saja yang begini? atau muslim muda yang lain juga sama? Di negeri dengan jumlah muslim -dan pasti angkatan muda muslim- terbesar seperti ini pasti aku tak sendirian? Toh memang negeri ini sudah sebegitu “modernnya” sehingga angkatan mudanya tak bisa lepas dari teknologi semacam televisi dan terlebih internet. Tapi….kok aku malah mencari-cari pembenaran ya? tobat nak…..

Emang serba sulit ya tumbuh berkembang di zaman seperti sekarang ini -lah emang hidup di zaman dulu lebih mudah ya? sotoy!

Tapi memang ku pikir ini bukan problem personalku semata. Sejauh pandangan mataku angkatan muda muslim lain juga mengalami permasalahan yang sama -mulai ngaco dan cari-cari “partner in crime”. Kami seolah mencari sesuatu yang lebih konkret serta modern -sebenarnya mau nulis yang lebih instan dan “gaul”. Dan hal ini yang tidak difasilitasi oleh masjid-masjid di sini -nah kan makin ngelantur.

Coba saja bayangkan bila di masjid-masjid kampung ada pusat pengembangan teknologi dan informasi. Pasti bakal meriah dan semarak -ide gila apa lagi ini? Dan angkatan muda muslim seperti aku ini akan lebih nyaman  “nongkrong” di sekitar masjid. Dan pastinya peran masjid akan kembali seperti dulu, sebagai pusat peradaban ummat muslim. So, aku dan angkatan muda lain tak lagi lebih banyak “melototin” layar televisi ataupun laptop ataupun blackberry ataupun tablet untuk hal-hal yang lebih bersifat konsumtif dan hiburan seperti sekarang. Setidaknya aku dan angkatan muda muslim yang lain pasti bakal tidak minder untuk “memakmurkan” masjid. I hope so…

Nah, ngomong-ngomong ni,  baru saja Tim Nas sepak bola senior kita menang 4-3 lawan Turkmenistan -yaelah tontonan televisi lagi. Dan itu berarti Tim Nas akan berlaga pada putaran selanjutnya. Nah, sebagai muslim yang cinta tanah air, dan juga pecinta bola, tentu ada rasa bangga di dalam dada. Betul tidak? Berarti sekarang saatnya ber-terimakasih atas kado kemenangan menjelang Ramadhan ini. hehe….

Semoga perjuangan tersebut menginspirasi kita untuk memenangkan Ramadhan tahun ini. Marhaban Ya Ramadhan!

Eits…lupa ada OVJ…bye.