Hampir 23 tahun aku menjadi muslim tapi entah mengapa sulit untuk khusyu’ dalam beribadah. Kemungkinan ibadahku masih merupakan ritual keagamaan semata atau sekedar pemenuhan kewajiban saja. Belum menjadi kebutuhan spiritual dan kepasrahan total terhadap Sang Pencipta.

Seringkali dalam beribadah (terutama sholat) pikiranku melayang-layang bagai layangan putus yang bebas melayang dihempas angin. Seolah-olah pikiranku tak hadir untuk beromunikasi denganNya. Terlebih bila sedang tersandung masalah ataupun sedang menjalani proses kreatif. Dan entah kekuatan darimana justru seringkali mendapatkan “aha! moment” ketika beribadah. Seketika menemukan pemecahan masalah atau ide-ide brilian. Dahsyatlah pokoknya,hehehe…

Sebagai contoh saat menjadi mahasiswa aktif beberapa waktu lalu. Ide-ide untuk menulis artikel ataupun karya ilmiah lainnya seringkali datang saat beribadah yang seharusnya khusyu’ pada bacaan-bacaan sholat. Atau saat aku kelupaan menaruh dompet, justru ketemu saat harusnya dengan khidmat mendengar bacaan imam.

Sudah berkali-kali ku cari cara untuk menyelesaikan permasalahan serius ini. Tapi hanya seolah berguna untuk beberapa saat saja. Beberapa saat setelahnya seringkali kembali pada problem yang sama. Serupa kembali ke laptopnya si Tukul atau seperti masalah mudik tahunan atau mahalnya bahan pokok saat menjelang seperti sekarang ini. fuihh…

Entah kemana harus mencari “obat” untuk “penyakit” semacam ini. Beberapa saran para ulama dan da’i yang ku tonton di acara televisi nyatanya belum cukup ampuh menghadapi “penyakit kronis spiritual” yang aku tanggung ini.  Bukan bermaksud pasrah dan berpangku tangan, tapi mungkin memang hanya hikmah Allah yang mampu mengobati isi hati dan pikiran…