Hari-hari ini laman-laman media semakin gaduh dengan berbagai macam persoalan yang tak kunjung usai. Berbagai simbol dan istilah pun semakin banyak diproduksi. sebut saja, misalnya, apel washington, apel malang, ketua besar, bos besar, politisi ikan salmon, politisi ikan teri, politisi ikan piranha, dan sebagainya. Seolah kian menambah bising  serta memekakkan mata dan telinga. Bahkan tak berlebihan bila dikatakan cenderung membikin “muak”.

Televisi dan koran pun seolah tak henti-hentinya mengabarkan kesemrawutan di negeri tercinta. Mulai dari hedonisme anggota dewan, permainan anggaran di badan anggaran DPR, konflik agraria, konflik papua dan tanah rencong yang kian menghangat, kisruh di tubuh PSSI, kasus-kasus ketimpangan dan ketidakadilan hukum di Indonesia, penderitaan kaum papa, serta berbagai kabar buruk lain yang menjadikan negeri ini semakin gaduh.

Dalam hari-hari yang selalu gaduh tersebut, bangsa ini sebenarnya sedang menanam “bom waktu” yang siap-siap meledak. Masyarakat bangsa ini hampir-hampir telah mengidap frustsasi sosial yang akut. Buktinya adalah tindak arogansi masyarakat di berbagai lini. Masyarakat yang dulu terkenal dengan toleransi dan keramah-tamahannya ini seolah telah bergeser menjadi masyarakat yang sensitif dan mudah terprovokasi. Akibatnya kisruh (konflik) horisontal maupun vertikal menjadi mudah di temui di pelosok-pelosok negeri. Teranyar misalnya misalnya insiden kekerasan terhadap warga Syiah di Sampang, Madura.

Berbagai situasi chaos ini seolah semakin menjadi manakala tidak hadirnya pemimpin sebagai problem solver. Bahkan seringkali pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak hanya sekedar menjadi part of the problem, melainkan justru telah menjadi  root of the problem itu sendiri.

Dalam situasi serba gaduh seperti sekarang ini, ditambah dengan beban dan biaya hidup yang semakin tinggi, tentu sangat sulit untuk berpikir secara jernih. Hati nurani pun menjadi semakin sulit terdengar. Alhasil, kegaduhan akan semakin berlipat-lipat tiap harinya.

Sungguh, negeri ini sedang terancam menjadi Negera Kegaduhan Republik Indonesia.