Akhir-akhir ini pikiran rasanya sangat ruwet. Karut marut dan semrawut. Terutama sekali karena seringkali melihat “ketidakberesan” di lingkungan sekitar.

Rasanya malu pada diri sendiri. Saat tak mampu berbuat banyak dan hanya bisa nggrundel, menggerutu. Dan merasa bahwa diri ini sangat lemah, cemen dan tak bisa diharapkan, bahkan oleh dirinya sendiri. Keingininan untuk berbuat sesuatu seolah selalu saja terganjal, entah karena ewuh-pekewuh ataupun pesismisme yang lebih dikarenakan sudah mengakarnya sistem  tradisional top-down maupun patron-client, sehingga seolah apapun yang akan kita lakukan bakal tak memiliki banyak pengaruh selama tidak ada kesadaran dari puncak atau sang patron.

Mungkin ini telah menjadi penyakit kronis yang perlahan tapi pasti menjangkit naluri. Ketidakmampuan untuk berbuat sesuatu ini sebenarnya sungguh menyiksa. Terlalu banyak pembenaran yang akhirnya harus dilegalkan untuk sekedar “melegakan perasaan”. Terlalu banyak pemakluman yang harus dikeluarkan untuk bisa menerima “ketidakberesan”. Dan itu, sungguh-sungguh menyiksa batin dan pikiran, yang tentu saja menolak hal tersebut.

Sebagai penghuni “lapisan bawah” piramida dalam lingkungan tersebut, rasanya serba sulit untuk melakukan sesuatu secara matematis.  Atau itukah yang menjadi titik kesalahan awal, karena mencoba memecahkannya melalui pendekatan matematis? Lalu bagaimanakah seharusnya? Ketika revolusi agaknya bukan hal yang mungkin dilakukan saat ini?

Haruskah melakukan perlawanan secara frontal (jihad)? Dengan melakukan “pembelahan” untuk menjaga jarak dan menegaskan garis batas antara hitam dan putih. Meskipun pada akhirnya kita sendiri yang akan berpeluang hancur dan cita-cita perubahan pun turut terkubur bersamanya? Atau melalui sebuah gerakan laten namun sistematis dan terukur? Tapi, bagaimana pelaksanaannya? Terlalu normatis dan teoritis.

Atau berpindah (hijrah) menjadi solusi yang perlu dikedepankan saat ini? Mencari ladang baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik, walaupun tidak ada jaminan bahwa ladang baru tersebut akan lebih baik.

Arghh... Mungkin pemikiranku saja yang terlalu rumit. Terlalu berbelit sehingga membuatku merasa kacau sendirian. Just please give me an answer…