Entah bagaimana standarisasi seseorang atau kelompok dapat dikategorikan sebagai oknum. Karena memang faktanya oknum seringkali hanya digunakan oleh lembaga, institusi atau pun organisasi tertentu yang sebagian -kecil maupun besar- personilnya tersandung kasus. Baik kasus hukum maupun moral-etika.

Sudah jamak kiranya kata oknum dikambing-hitamkan sebagai para “pelaku kriminalitas”. Hal ini sebenarnya cukup menggelikan ketika dicermati bahwa seringkali para oknum tersebut justru adalah para pengambil kebijakan (decision maker). Bila sudah demikian masih tepatkah disebut sebagai oknum? Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri, oknum diartikan sebagai perseorangan atau pribadi. Namun demikian tidak dapat diartikan sama dengan independen!

Sebagai contoh misalnya ketika suatu institusi A terbukti melakukan penggelembungan (mark up) atau penggelapan dana. Padahal ternyata usut punya usut aksi tersebut dilakukan dengan instruksi pimpinan/pihak yang memiliki wewenang. Terlalu naif jika hal demikian ini masih saja disebut sebagai tindakan oknum tertentu.

Karena dalam kasus tersebut sudah sangat jelas, misalnya, bahwa yang terlibat sebagai otak intelektualnya adalah “sang penguasa”. Sedangkan oknum lebih mengesankan sebagai person/seseorang yang tak memiliki pengaruh besar tetapi menjadi “duri dalam daging” bagi sebuah organisasi/kelompok tertentu. Sementara sudah sangat jelas bahwa wajah sebuah lembaga/kelompok/organisasi adalah diwakili oleh perilaku pemimpinnya bukan?

Lalu kata apakah yang kiranya lebih layak digunakan untuk memberi label bagi pelaku dalam kasus semacam itu? Hal ini penting agar sebuah lembaga/organisasi/kelompok tidak terkesan “cuci tangan” terhadap kasus yang membelit para pemimpinnya. Dan para pemimpin pun tidak lagi dengan enteng menyalahgunakan kewenangannya. Sehingga terkesan timbul efek jera serta efek malu sehingga memberikan dampak preventif bagi yang belum melakukannya.

Akan lebih baik bila kata untuk menggantikannya digali dari akar budaya sertan bahasa daerah. Seperti misalnya sudrun, dalban, warmad, sarimin atau lain sebaginya….