Perlahan kini aku mulai mengerti bahwa hidup bukan sekedar anda berpikir dan bertindak benar semata. Hidup yang secara singkat akan kita lalui ini, memang sangat rumit untuk disederhanakan dalam kumpulan kata-kata biasa.

Kebenaran dan kesalahan dalam setiap perilaku kita adalah tidak seberapa penting sesungguhnya. Bila dibandingkan dengan motivasi atau niat untuk melakukan perbuatan itu sendiri. Perbuatan apapun itu.

Karena pada dasarnya, manusia hanya melakukan apa-apa yang baik saja. Entah itu merasa baik bagi dirinya sendiri sekalipun bagi orang lain.  Begitulah sesungguhnya fitrah manusia. Dimana sesungguhnya hanya kebenaran dan kebaikan itulah yang ada (eksis) dalam setiap perbuatannya.

Motivasi atau niatan tak bisa disangkal bahwa memiliki nilai dan makna yang sangat penting. Dengan keterbatasan kemanusiaan yang kita miliki motivasi memiliki posisi tak biasa baik dalam nalar akal maupun hati nurani manusia.

Meski banyak orang beranggapan bahwa banyak hal menyedihkan (konyol) bermula dari niat yang baik, toh hal tersebut tidak mengubah arti penting dari sebuah niat. Sebagai manusia yang sadar akan keterbatasannya, sebesar apapun kebencian seseorang terhadap perilaku seseorang lainnya namun bila sedikit saja mengetahui motivasi positif dibalik perbuatan yang mendasarinya pasti akan merasa tersentuh dan luluh. Sekalipun gengsi kemudian seringkali mengalahkan perasaan tersebut.

Itulah mengapa Tuhan selalu menekankan janjinya untuk memberikan “hadiah  spesial” bagi perbuatan manusia yang dilandasi dengan motif ketulusan penghambaan terhadapNya. Wallahualam….