Pemimpin bukanlah Tuhan! Bisa salah, bisa juga lalai. Kadang lupa sering pula alpa. Tapi pemimpin bukan manusia biasa. Perkataannya menjadi janji. Perilakunya selalu diamati. Dan perintahnya pasti ditaati.

Seorang pemimpin merupakan primadona di atas panggung. Semua orang melihatnya, mengamatinya dan mengomentarinya. “Goyangannya” menjadi bahan pembicaraan berhari-hari. Setapak langkahnya sudah pasti dinanti-nanti. Begitu pula kekeliruannya, bakal dihujani cemooh kanan-kiri. Namun jangan salah, kecemerlangannya bakal berbuah manis tak hanya bagi dirinya, melainkan seluruh keluarga bahkan keturunan dari keturunannya.

Begitulah takdir pemimpin dimana pun. Dipuja sekaligus dicela. Ditaati juga dikhianati. Sungguh wajar dan biasa.

Karenanya, pemimpin harus nampak selalu tegar dan bersemangat. Pemecah masalah, bukan pembuat masalah. Pemaaf tapi bukan untuk  pribadi dan keluarganya. Menjadi teladan sekaligus pembelajar. Penarik sekaligus pendorong. Pendidik serta peserta didik pertama bagi dirinya sendiri.

Pemimpin memang bukan Tuhan. Tapi selalu diimajikan sebagai manusia super (superman). Karenanya, bila tak merasa mampu menjadi manusia super hapuslah impian dan angan-angan menjadi pemimpin. Atau kita hanya akan  menjadi pemimpin yang tak memimpin. Pemimpin yang tak diharapkan kehadirannya. Dan pemimpin yang dihujat lagi dinistakan. Wallahualam…