Pengamat sekalipun sampai berbusa membangun opini, politisi akan terus dan selalu bermanuver, liat dan terutama meraih (kuasa).

Begitulah yang terjadi pada Beringin dan Setya Novanto (selanjutnya ditulis Setnov)hari ini. Lebih dari itu kemenangan Setnov, di sisi lain, bisa dibaca sebagai keliatan Beringin dalam membaca dan meliuk sesuai arah angin.

Lihatlah kemonceran Trump di Amerika dan Duterte di Filipina. Sosok kontroversi yang akhirnya justru memikat narasi rakyat masing-masing, tentu juga setelah dipoles citra yang tepat.

Masih ingat juga kan kemunculan Setnov dalam “kampanye” Trump?  Peristiwa politik memang sering hadir tidak dari ruang hampa, selalu di dahului desain dan rencana.

Mungkin Setnov dan timnya juga sudah nonton film “Our Brand is Crisis”, bagaimana sosok Castillo akhirnya bisa menang pilpres di Venezuela dengan bantuan konsultan politik asal Amerika yang diperankan secara paradoks oleh Sandra Bullock.

Indonesia mungkin berbeda, tapi bisa jadi juga tidak. Setidaknya sama banyaknya konsultan politik asal Paman Sam yang direkrut dalam helat pemilihan.

Dengan keluarnya Setnov sebagai Ketua Umum baru Partai Beringin, apakah angin akan menyemai biji-biji Beringin? Atau justru merobohkannya? Waktu yang akan menjawab.