Demo 411 masih menarik diulas. Dari berbagai analisa,  rasanya masih belum banyak yang menyentil akan pentingnya kembali kontrol atas politik hukum  di negeri ini. Terutama setelah sekian lama aktor-aktor vokal OSM Jakarta banyak terabsorsi pusat kekuasaan,  dan asyik menikmati privilege dan jabatannya sehingga lebih banyak bungkam atau bahkan menjustifikasi apapun langkah pemerintah,  ulama (silahkan dilabeli konservatif atau bahkan fundamentalis tapi itu bukan poin pentingnya) hadir sebagai lokomotif atas kontrol publik yang kian sepi dan ditinggalkan beberapa tahun terakhir. Selebihnya perlu juga ditengok bagaimana ulama-ulama yang dikenal moderat sekalipun cukup tegas bersikap, mengenai manuver yang tidak pantas sang gubernur, dalam berbagai pernyataannya mereka di media baik sebelum ataupun setelah 411.

Boleh saja menilai isu yang diusung primordial, yaitu soal penistaan agama, tapi akan lebih menyehatkan jika ditempatkan sebagai kontrol atas politik hukum yang semakin tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dalam hal ini saya menyarankan tulisan Harper Lee dalam bukunya How to Kill a Mockingbird yang menggunakan latar isu rasial sebagai proxy bercokolnya ketidaksetaraan hukum di negeri Paman Sam kala itu sebagai rujukan.

Ketika bahkan KPK seolah tak lagi banyak diharapkan menjaring ikan-ikan besar dn justru sibuk memancing di kolam kecil, pun demikian kejaksaan yang banyak dipertanyakan manuvernya,  terbaru soal Dahlan yang jika dibanding kasus sumber waras,  lahan sendiri yang dibeli pemprov DKI atau kasus transjakarta sekalipun terasa kental motif di luar penegakan supremasi hukum apalagi keadilan.

Terlalu dini jika berkesimpulan bahwa Demo 411 sebagai kembalinya legitimasi ulama dalam preferensi politik umat,  dan teralu jauh jika memadankan aksi jumat lalu sebagai langkah awal mendorong uapaya yang serupa dengan gerakan ulama yang memimpin revolusi Islam Iran.

Tapi yang pasti bahwa problem politik hukum dan alpanya kontrol publik di sana, perlu terus mendapat perhatian dan didorong.  Ulama sudah mengawali dan menendang bola untuk pertama kali,  siapa yang akan memainkannya?